Translate

Jumat, 26 Juli 2013

KEJUJURAN DIRI

KEJUJURAN


Jumat siang, 21 Juli 2000 siang ini tadi yayangku tiba-tiba nelpon. 
Makan siang yuk, ajaknya. Oke, jawabku. So she picked me up at the lobby of
Jakarta Stock Exchange building. Selepas SCBD, kami masih belum ada ide mau
makan dimana. Ide ke soto pak Sadi segera terpatahkan begitu melihat bahwa
yang parkir sudah sampai sebrang-sebrang.

Akhirnya kami memutuskan makan gado-gado di Kertanegara.
Bisa makan di mobil soalnya. Sampai di sana masih sepi.
Baru ada beberapa mobil. Kami masih bisa milih parkir yang enak.
Mungkin karena masih pada jumatan. Begitu parkir, seperti biasa, joki
gado-gado sudah menanyakan mau makan apa, minum apa. 
Kami pesan dua porsi gado-gado + tehbotol.

Sambil menunggu pesanan, kami pun ngobrol.
So, ketika tiba2 ada seorang pemuda lusuh nongol di jendela mobil kami, 
kami agak kaget. "Semir om?", tanyanya. Aku lirik sepatuku. 
Udah, kapan ya terakhir aku nyemir sepatuku sendiri?
Aku sendiri lupa. Saking lamanya. Maklum, aku kan karyawan sok sibuk...
Tanpa sadar tanganku membuka sepatu dan memberikannya pada dia.

Dia menerimanya lalu membawanya ke emperan sebuah rumah.
Tempat yang terlihat dari tempat kami parkir. Tempat yang cukup teduh.
Mungkin supaya nyemirnya nyaman. Pesanan kami pun datang. 
Kami makan sambil ngobrol. Sambil memperhatikan pemuda tadi
nyemir sepatuku. Pembicaraan pun bergeser ke pemuda itu.
Umur sekitar 20-an. Terlalu tua untuk jadi penyemir sepatu.

Biasanya pemuda umur segitu kalo tidak jadi tukang parkir or jadi kernet, ya
jadi pak ogah. Pandangan matanya kosong. Absent minded. Seperti orang sedih.
Seperti ada yang dipikirkan. Tangannya seperti menyemir secara otomatis.
Kadang2 matanya melayang ke arah mobil-mobil yang hendak parkir, (sudah
mulai ramai). Lalu pandangannya kembali kosong. 

Perbincangan kami mulai ngelantur kemana-mana.
Tentang kira2 umur dia berapa, pagi tadi dia mandi
apa enggak, kenapa dia jadi penyemir dll. Kami masih makan saat dia selesai
menyemir. Dia menyerahkan sepatunya padaku. Belum lagi dia kubayar, dia
bergerak menjauh, menuju mobil-mobil yang parkir sesudah kami. Mata kami
lekat padanya. Kami melihatnya mendekati sebuah mobil. 

Menawarkan jasa. Ditolak. Nyengir. Kelihatannya dia memendam kesedihan.
Pergi ke mobil satunya. Ditolak lagi. 
Melangkah lagi dengan gontai ke mobil lainnya. Menawarkan lagi. Ditolak lagi.
Dan setiap kali dia ditolak, sepertinya kami
juga merasakan penolakan itu. Sepertinya sekarang kami jadi ikut menyelami
apa yang dia rasakan. Tiba-tiba kami tersadar. Konyol ah. Who said life
would be fair anyway. Kenapa jadi kita yang mengharapkan bahwa semua orang
harus menyemir ? hihihi... Perbincangan pun bergeser ke topik lain. 

Di kejauhan aku masih bisa melihat pemuda tadi, 
masih menenteng kotak semirnya di satu tangan, mendapatkan penolakan
dari satu mobil ke mobil lainnya. Bahkan, selain penolakan,
di beberapa mobil, dia juga mendapat pandangan curiga.
Akhirnya dia kembali ke bawah pohon. Duduk di atas kotak semirnya.
Tertunduk lesu... Kami pun selesai makan. Ah, iya. Penyemir tadi belum aku
bayar. Kulambai dia. Kutarik 2 buah lembaran ribuan dari kantong kemejaku.
Uang sisa parkir. Lalu kuberikan kepadanya. Soalnya setahuku jasa nyemir
biasanya 2 ribu rp. Dia berkata kalem "Kebanyakan om. Seribu aja". BOOM.
Jawaban itu tiba-tiba serasa petir di hatiku.

It-just-does-not-compute-with-my-logic! Bayangkan, orang seperti dia masih
berani menolak uang yang bukan hak-nya. Aku masih terbengong-bengong waktu
nerima uang seribu rp yang dia kembalikan. Se-ri-bu Ru-pi-ah. Bisa buat apa
sih sekarang? But, dia merasa cukup dibayar segitu. Pikiranku tiba-tiba
melayang. Tiba-tiba aku merasa ngeri. Betapa aku masih sedemikian kerdil.

Betapa aku masih suka merasa kurang dengan gajiku. Padahal keadaanku
sudah -jauh- lebih baik dari dia. TUHAN sudah sedemikian baik bagiku, tapi
perilaku-ku belum seberapa dibandingkan dengan pemuda itu, yang dalam
kekurangannya, masih mau memberi, ke aku, yang sudah berkelebihan. Siang ini
aku merasa mendapat pelajaran berharga. Siang ini aku seperti diingatkan.
Bahwa kejujuran itu langka. Sudahkah kita berani jujur? Kepada diri sendiri,
kepada orang lain, dan kepada TUHAN ?

"OSA De Nova"

C.I.N.T.A

C.I.N.T.A (Kasih Sayang)


Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia
melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita 
itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua
pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk
mengganjal perut". Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah
suamimu sudah pulang?"

Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar". "Oh kalau begitu, kami 
tak  ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali", 
kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan 
semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, 
lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka,
aku telah kembali, dan mereka

semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini". Wanita itu kemudian
keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir 
bersamaan. "Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah 
seorang

pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang 
pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, 
sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama 
Kasih-sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami 
yang boleh masuk ke rumahmu."

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.
Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau
begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. 
Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "sayangku, kenapa 
kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia 
untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita."

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut 
mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. 
"Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang
masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan
penuh dengan kehangatan Kasih-sayang."

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak 
masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, 
Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita."

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa 
diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, 
Anda menjadi tamu kita malam ini."
Si Kasih-sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. 
Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. 
Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada 
si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya 
mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, 
tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria
yang ditanya itu menjawab bersamaan.
"Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si 
Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar.
Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka,
kemana pun Kasih-sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya.

Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan
Kesuksesan juga akan ikut serta.
Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si
Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita 
pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. 

Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. 
Saat kami menjalani hidup ini."

"OSA De Nova"

Kamis, 25 Juli 2013

Apakah Anda Sudah Belajar...?

Apakah Anda Sudah Belajar...?


Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat memaksa
orang lain mencintai saya
Saya hanya dapat melakukan
sesuatu untuk orang yang saya cintai

Saya belajar,
bahwa butuh waktu bertahun-tahun
untuk membangun kepercayaan dan hanya
beberapa detik saja untuk menghancurkannya

Saya belajar,
bahwa sahabat terbaik bersama saya
dapat melakukan banyak hal dan kami
selalu memiliki waktu terbaik

Saya belajar,
bahwa orang yang saya kira adalah orang jahat
justru adalah orang yang membangkitkan
semangat hidup saya kembali serta
orang yang begitu perhatian pada saya

Saya belajar,
bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh
walau dipisahkan oleh jarak jauh
Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati

Saya belajar,
bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian
seperti yang saya inginkan,
bukan berarti dia tidak mencintai saya

Saya belajar,
bahwa sebaik-baiknya pasangan itu,
mereka pasti pernah melukai perasaan saya
dan untuk itu saya harus memaafkannya

Saya belajar,
bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri
dan orang lain,
kalau tidak mau dikuasai perasaan
salah terus menerus

Saya belajar,
bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya,
tapi saya harus bertanggung jawab
untuk apa yang saya telah lakukan

Saya belajar,
bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda,
tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda

Saya belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki,
tapi yang penting adalah siapa saya sebenarnya

Saya belajar,
bahwa tidak ada yang instant atau
serba cepat di dunia ini
semua butuh proses dan pertumbuhan
kecuali saya ingin sakit hati

Saya belajar,
bahwa saya harus memilih
apakah menguasai sikap dan emosi
atau sikap dan emosi itu yang menguasai saya

Saya belajar,
bahwa saya punya hak untuk marah
tetapi bukan berarti
saya harus benci dan berlaku bengis

Saya belajar,
bahwa kata-kata manis tanpa tindakan
adalah saat perpisahan dengan orang
yang saya cintai

Saya belajar,
bahwa orang-orang yang saya kasihi
justru sering diambil segera dari
kehidupan saya

Selamat belajar, semoga anda sadar!
Terjemahan dari majalah People Asia

Pelajaran yang dapat di petik tentang ANGSA

Pelajaran yang dapat di petik tentang ANGSA


Kalau anda tinggal di negara 4 musim, maka pada musim gugur, akan
terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim
dingin.
Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf "V".
Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa
tersebut terbang dengan formasi "V".

Fakta:
Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya
dukung" bagi burung yang terbang tepat dibelakangnya. Ini terjadi karena
burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus
 'dinding udara' di depannya. Dengan terbang dalam formasi "V", seluruh
kawanan dapat menempuh jarak terbang 71 % lebih jauh daripada kalau setiap
burung terbang sendirian.

Pelajaran:
Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta
saling membagi dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan
lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya
dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

Fakta:
Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa
berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali
ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang
diberikan burung di depannya.

Pelajaran:
Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan
tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan didepan. Kita akan mau
menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih
sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya
bersama-sama.

Fakta:
Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang
memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan
posisinya.

Pelajaran:
Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan
secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya angsa,
manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan,
kapasitas, dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya
lainnya.

Fakta:
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh-rendah
dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang terbang di
depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

Pelajaran:
Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan.
Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih
besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai
utama dan dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita
harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

Fakta:
Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa
lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya
terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa
yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka
akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk
formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Pelajaran:
Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan
tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka,
sama seperti ketika segalanya baik!


8 KADO terindah dan tak ternilai...

Delapan macam "KADO" ini adalah hadiah terindah dan tak
ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.


KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang
tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir
dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks.
Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat
berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara
lebih utuh dan intensif.
Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.

MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab,
kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang
mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala
ucapannya, secara tak langsung kita juga telah
menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa
mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan
betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang
disampaikan. Tatap wajahnya.
Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi.
Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda
memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak
harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan
terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

DIAM
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan.
Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau
membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam
juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang
karena memberinya "ruang".
Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar
menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.

KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak
penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang
bersangkutan.
Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita
selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah
satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah "Kau
bebas berbuat semaumu".
Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah
memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab
atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi
tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil
indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang
indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun
bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan
bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan
yang tertata indah, misalnya.

TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif
terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita
sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya
dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba
hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan
tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu
terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal
yang dilakukannya demi Anda.
Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal
itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga
permintaan maaf) adalah kado indah yang sering
terlupakan.

KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran.
Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila
Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan
kado "kesediaan mengalah". Kesediaan untuk mengalah
juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita
menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di
dunia ini.

SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.
Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa
menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat
dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan
obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan
isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliiling
kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman
manis pada orang yang dikasihi?

Powered By Blogger